Perpustakaan Hawa Pemakaman

E-mail Print PDF

Perpustakaan merupakan tempat yang jarang sekali dikunjungi para siswa. Boleh dikatakan seperti pemakaman yang jarang dikunjungi. Tidak seperti kantin yang sering dikunjungi dan berbondong-bondong para siswa mengunjunginya. “Perpustakaan” menjadi suatu tempat yang terpaksa dikunjungi bagi mereka yang diharuskan meminjam buku yang diperlukan,misal saja buku kumpulan cerpen,buku novel,buku cetak dan lain sebagiannya

KARYA   : RISKA HANJANI

KELAS    : XII IPA 1

Di balik semua itu, ternyata masih ada juga siswa dengan ikhlas mengunjungi perpustakaan. Yaitu lain tak bukan para siswa yang mempunyai hobi membaca, serta para pemburu novel sejati. Bagi siswa yang mengunjungi perpustakaan, terkadang mereka sering sekali dijuluki  “si kutu buku” atau anak yang sok kerajinan.Dan banyak sekali sebutan bagi siswa yang suka berkunjung keperpustakaan.

Menurut sebagian siswa yang suka membaca, perpustakaan merupakan tempat yang menyenangkan dan nyaman. Karena diperpustakaan inilah kita bisa membaca dengan tenang dan mencerna isi dan makna buku lebih dalam lagi, dibandingkan dikelas dengan suasana rusuh dan berisik. Terkadang alasan segelintir siswa yang enggan mengunjungi perpustakaan itu sangat klasik. Ya, ada yang alasanya tidak hobi membaca,terus kenapa harus berkunjung keperpustakaan. Dan alasan lainnya, yaitu ini bisa dikategorikan sebagai sebuah penyakit yang mungkin takkan ada obatnya. Yaitu suatu penyakit yang terdiri dari lima huruf yang berupa “penyakit malas”. Penyakit inilah yang kebanyakan diatas rata-rata selalu menyerang para siswa .Dan jika tidak diberikan antibodikan dengan kata rajin, ini bisa fatal akibatnya.

Selain penyakit malas tadi,yang membuat siswa enggan mengunjungi perpustakaan. Ada satu lagi alasanya, yaitu berupa kebiasaan atau kegiatan”generasi jaman now”, yang berupa sibuk sendiri dengan ponsel kesayangannya. Sampai-sampai guru mapel lagi menjelaskan pelajaran dicuekin aja. Dan bahkan gurunya diduain dengan asik bermain game dan tanpa mempedulikan dengan keadaan atau situasi disekitarnya. Inilah salah satunya yang membuat para siswa enggan dan sukar mengunjungi perpustakaan. Sebagian dari mereka berargumen,berkunjung keperpustakaan itu hal yang jenuh, suasananya suntuk dan hanya dihadapkan dengan jejeran rak buku yang membosankan,serta tidak ada hiburanya.

Sedangkan dengan ponsel,mereka berargumen bisa sedikit terhibur dengan menonton video komedi, bala chat,dan terkadang ada yang senyum-senyum ngak jelas, alias cengar-cengir sendiri. Dan ada juga yang terkadang kesal dan marah-marah ngak jelas. Ya,itu semua efek berupa nonton drama korea!. Dan sampai lupa tugas yang harus  dibuat berupa latihan, karena keasikan “Drama korea”. Ketika jam pelajaran hampir habis, baru sadar dan sibuk sendiri lagi. Tapi kali ini sibuk berupa mencari contekan. Karena tugas tersebut dari guru paling killer disekolah mau tak mau tugas harus selesai dan diantarkan. Dan mulailah menghalalkan segala cara dari menyontek sampai memaksa minta jawaban dengan teman. Tidak dikasih jawaban dengan temannya, malah sitemannya dimusuhi dan tidak ditegur sampai beberapa hari.

Oleh sebab itulah, mengapa mereka malas mengunjungi perpustakaan. Dan lebih memilih bersama ponsel kesayangan dibandingkan besama buku pelajaran. Alasan klasik terakhir yaitu siswa malas mengunjungi perpustakaan karena malas membaca buku-buku yang berhalaman tebal-tebal. Karena bisa membuat mata mengantuk serta buku yang ada diperpustakaan kurang menarik untuk dibaca, sebenarnya tidak ada kata kurang menarik pada buku, karena buku merupakan sumber ilmu dan berupa ilmu dengan membaca itu kuncinya.

Share
 

Login Form



User Menu


You are here: Home