KAIN SONGKET PENDAMPING PAKAIAN ADAT TRADISONAL BUDAYA MELAYU

E-mail Print PDF

KARYA  : DAMAI SARA

KELAS   : XI IPS 2

 

Assalamu’alaikum wr.wb.

Seputar Indonesia hari ini kawan.

Indonesia kaya akan budaya, terbentang luas dari sabang sampai merauke yang kita tahu bahwa banyak terdapat macam-macam tradisi yang tergelar disana. Salam cinta buat masyarakat Indonesia geng, khusus nya melayu Riau dan kepulauannya. Dengan perkembangan zaman yang semakin mengarahkan ke tahap kemajuan, pemuda Indonesia terus berkreasi melalui pemikiran mereka yang berfikir ke depan untuk maju, tentunya tetap membawa kekhasan budaya mereka masing-masing. Hal ini patut di acungi jempol bagi mereka yang membangun nama negeri.

Jika bicara soal budaya, kita akan bicara mengenai adat dan tradisinya, letak daerah, bahasa yang digunakan, rumah adat tradisional, sampai ke pakain adat yang khas sesuai dengan daerah itu sendiri. Akan tetapi dengan perkembangan zaman, khususnya dikalangan remaja menjadikan adat suatu tradisi yang hanya berlaku untuk tetua daerah saja. Sehingga sebagian besar dari mereka melengserkan poin-poin yang khas yang ada didaerahnya, misalnya saja cara berpakain. Melayu Riau dan kepulaunnya khas dengan pakain adatnya yaitu baju kurung yang menjadi baju tradisional daerah setempat. Pada zaman dahulu baju tersebut menjadi pakain sacral yang di gunakan pada acara-acara resmi seperti penyambuatan tamu, acara pernikahan, atau pertemuan-pertemuan resmi lainnya. Pakain ini di selingi dengan kain samping atau yang kita kenal dengan kain songket. Berdasarkan adat, baju kurung tradisional ini ibarat pakain yang boleh dikategorikan fasyen yang dari zaman ke zaman tak lapuk dek hujan tak lekang dek panas. Keunikan memakai kain songket, merupakan ciri khas dari pakaian ini, terlihat dari hasil tenun yang di olah dengan keuletan tangan-tangan yang berkreasi.

Songket atau yang biasa di sebut dengan tenun Siak, menunjukkan bahwa songket berasal dari daerah Siak yang dulu merupakan pusat kerajaan Melayu Riau yang bernama kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa dahulu tenun Siak hanya dipakai oleh pembesar kerajaan beserta keluarganya. Sebab kain ini merupakan pakaian yang melambangkan keagungan serta menunjukkan tingginya status sesorang di lingkungan kerajaan tersebut.

Akan tetapi pada masa kini songket tersebut sudah bisa dibeli dan dipakai oleh siapapun, dan biasa digunakan pada acara formal atau pesta pernikahan bagi masyarakat yang masih kuat memegang adat budaya Melayu Riau.

Tenun Siak memiliki berbagai motif serta beberapa motif modifikasi sehingga bentuk kain lebih berfariasi. Beberapa motifnya biasa di sebut siku keluang, siku awan, pucuk rebung, bunga tanjung, tampuk manggis, merupakan motif dasar pada kain Tenun Siak tersebut.

Akan tetapi sungguh di sayangi, pemuda Melayu Riau sekarang banyak yang enggan menggunakan kain songket, terutama pada saat penggunaan baju kurung tradisional daerah Melayu. Sebagian dari mereka, banyak yang memandang sebelah mata dengan keunggulan kain tersebut saat di gunakan.

Keindahan dan kekhasan kain tersebut menjadikan pemakainya terlihat lebih gagah dan sangat menarik khusus nya pemuda lelaki. Di Malaya, pemuda berbaju kurung dengan menggunakan kain songket akan banyak dipandang para wanita. Karena penggunaan pakaian tersebut memperlihatkan bahwa pemuda tersebut cinta akan budaya nya sendiri, menghormati tradisi, dan tentunya terlihat rapi dan menarik.

Nah, bagaimana dengan kita kawan??

Tertarik bukan? Dengan menggunakan pakaian tradisional daerah kita sendiri, itu memperlihatkan kebanggan kita yang menduduki bumi berazam ini.

Baiklah, hanya sampai disini posting saya. Semoga minat kita mencintai tanah melayu bisa terlihatkan mulai dari hal yang kecil seperti pakaian adat daerah kita sendiri.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Share
 

Login Form



User Menu


You are here: Home