Motivasi Lomba Siswa: Kehormatan

E-mail Print PDF

KAMIS (11/ 09) kemarin, Pembina Osis SMA Negeri 3 Karimun, Pak Saruddin bersama Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Ibu Desseriyani mengumpulkan para atlet gerak jalan SMA Negeri 3 Karimun di musolla sekolah. Kegiatan yang menggunakan waktu istirahat siswa itu beralngsung singkat. Maksud pertemuan itu adalah untuk meluruskan cara pandang dan sikap para siswa dalam setiap lomba yang mereka ikuti.

Pasca lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT RI ke-69 tahun 2014 di Kabupaten Karimun, Kepala Sekolah mendapat laporan dari Pembina Osis bahwa sebagian siswa yang ikut dalam lomba gerak jalan itu mempertanyakan hadiah yang mereka dapat. Seperti sudah diketahui dari beberapa informasi sebelumnya, pada ajang gerak jalan tahun ini, regu SMA Negeri 3 Karimun berhasil meraih tiga kehormatan dari enam regu yang ikut. Dari tiga regu putera dan tiga regu puteri lomba gerak jalan 17 km, sekolah dengan moto 'bertamadun' ini menyabet Juara I, V dan VII. Panitia memberi hadiah uang selain piagam dan piala. Untuk juara I mendapat uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) sementara untuk juara V dan VII masing mendapatkan 800 dan 700 ribu rupiah. Uang inilah yang dipertanyakan oleh siswa.

Maka untuk tidak menimbulkan salah sikap dan salah persepsi, Kepala Sekolah menyarankan agar Pembina Osis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas kesiswaan, mengumpulkan para duta sekolah itu. Kepala Sekolah ingin memberi pencerahan sikap kepada mereka agar tidak lagi keliru dalam menyikapi setiap penghargaan yang mereka dapatkan dalam setiap lomba. Sesungguhnya sikap yang benar dalam setiap lomba adalah bahwa mereka merasa dihormati dan dihargai sekolah. Mereka dipilih dan dipercaya sekolah dari sekian ratus siswa yang ada. Rasa dihargai inilah yang harus mereka rasakan. Bukan mencari hadiah yang didapatkan dalam setiap lomba. Sebagai warga sekolah, mereka harus merasa bangga dipercaya sekolah. Kan tidak semua siswa berkesempatan menjadi duta sekolah.

Perihal hadiah yang jika didapatkan dalam setiap lomba, mereka harus menyerahkan ke sekolah karena itulah bukti ketulusan mereka dalam mengharumkan nama sekolah. Tentu saja sekolah, tidak boleh melupakan jasa dan kerja keras mereka. Sebelum mereka mempertanyakan hadiah-hadiah yang mereka dapatkan, sebaiknya sekolah segera membicarakan hadiah itu kepada siswa (atlet) itu untuk diapakan hadiah itu. Dan itulah yang didiskusikan dalam pertemuan hari Kamis lalu itu.

Kepala Sekolah mengarahkan Pembina Osis agar uang hadiah itu sedapatnya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berikanlah sebagiannya kepada para pemenangnya dan sebagiannya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas Osis ke depannya. Secara proporsional, yang meraih juara I diberikan uang lelah (rencana memberi/ mengganti sepatu) sebesar Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) sementara juara V dan VII masing-masing Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Sisanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Osis yang lainnya. Semoga cara berpikir siswa/ wi ke depan tidak lagi keliru. Motivasi utama dari setiap kegiatan lomba yang diikuti siswa adalah kehormatan. Bukan hadiah materi.***

Share
 

Login Form



User Menu


You are here: Home