Pagar Hati untuk Memagar Diri

E-mail Print PDF

SELAIN membutuhkan beberapa fasilitas pendukung pembelajaran seperti Lab. Biologi, Lab. PAI (Pendidikan Agama Islam) yang saat ini masih menggunakan ruang kelas, serta beberapa fasilitas pendukung lainnya, SMA Negeri 3 Karimun memerlukan pagar sekolah. Saat ini, dari hampir 700 m keliling tanah sekolah, baru terpagar sepanjang 150-an meter saja. Masih diperlukan 520-an meter keliling sekolah untuk terpagar secara keseluruhan.

Konsekuensi belum berpagarnya sekolah, menyebabkan sekolah sangat kesulitan dalam mengatur dan mengawasi keluar-masuk siswa ke luar pekarangan sekolah. Walaupun tata tertib siswa melarang setiap siswa keluar pekarangan tanpa izin, kenyataannya mereka dengan mudah dapat keluar pekarangan karena belum adanya pagar. Bahkan ketentuan yang mewajibkan setiap siswa untuk melapor jika akan keluar pekarangan sekolah, juga kurang dipatuhi siswa. Mereka sangat mudah untuk keluar pekarangan karena belum adanya pagar.

Keluar-masuknya siswa dari dan ke luar pekarangan sekolah disebabkan oleh adanya kedai/ warung tetangga yang menjual makanan-minuman yang dibutuhkan siswa. Dengan berbagai alasan, para siswa lebih menyukai berbelanja (jajan) ke rumah-rumah yang membuka warung di sekitar sekolah dari pada pergi ke kantin sekolah. Itulah sebabnya persoalan sulitnya mengatasi keluar-masuknya siswa ini belum juga teratasi.

Untuk itu, sekolah mencoba mengampanyekan istilah 'Pagar Hati' bagi setiap warga sekolah. Sekolah hanya bisa berharap kepada warga sekolah, terutama para siswa untuk mampu memagar dirinya masing-masing untuk tidak keluar pekarangan sebelum meminta izin ke guru/ piket. Dengan pagar hati, setiap orang akan mengendalikan dirinya masing-masing untuk mematuhi ketentuan dan peraturan sekolah. Walaupun sekolah sangat berharap Pemerintah segera membangun pagar sekolah, namun usaha dengan kampanye 'pagar hati' ini akan terus dilakukan.

Jika setiap siswa atau warga sekolah mampu menerapkan 'pagar hati' bagi setiap dirinya, insyaallah keterbatasan pagar sekolah secara pisik dapat diatasi masing-masing pribadi. Tidak diperlukan pagar secara pisik (sekurang-kurangnya untuk sementara waktu) dalam usaha mengatur dan mengawasi siswa. Namun, sekali lagi, sekolah sangat berharap agar Pemerintah dan atau masyarakat dapat segera membangun pagar sekolah secara keseluruhan. Ini penting, demi keamanan sekolah dari gangguan pihak lain.***

Share
 

Login Form



User Menu


You are here: Home